FATMAWATI, YULANDA ANNISA SYAFA (2026) Studi Molecular Docking Senyawa Metabolit Sekunder Kunyit (Curcuma longa) sebagai Inhibitor MAO-A untuk Kandidat Agen Antistres. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (375kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (484kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (497kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (101kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (34kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (379kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (478kB)
Abstract
Latar Belakang: Stres merupakan gangguan kesehatan mental yang berkaitan dengan perubahan keseimbangan neurotransmiter di otak. Enzim Monoamine Oxidase A (MAO-A) berperan dalam metabolisme serotonin, dopamin, dan norepinefrin, sehingga penghambatannya berpotensi dikembangkan sebagai agen antistres. Kunyit (Curcuma longa) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai inhibitor MAO-A. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi senyawa metabolit sekunder kunyit sebagai inhibitor MAO-A melalui molecular docking, mengevaluasi drug-likeness, ADME, dan toksisitas, serta menentukan kandidat terbaik dan melakukan modifikasi struktur dari senyawa metabolit sekunder kunyit. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian in silico menggunakan 70 senyawa metabolit sekunder kunyit. Molecular docking dilakukan menggunakan PyRx-AutoDock Vina, drug-likeness dan ADME menggunakan SwissADME dan pkCSM, toksisitas menggunakan Toxtree dan pkCSM, serta modifikasi struktur menggunakan ChemDraw. Hasil: Validasi metode menunjukkan binding affinity sebesar -8,2 kcal/mol dan RMSD 1,581 Å. Tujuh senyawa terbaik yaitu Bisdemethoxycurcumin, Dihydrocurcumin, Demethylcurcumin, Tetrahydrocurcumin, Cyclocurcumin, Curcumin, dan 3-Carene. Demethylcurcumin dipilih sebagai kandidat terbaik dengan binding affinity -9,3 kcal/mol dan RMSD 1,001 Å. Modifikasi struktur menghasilkan (4E,6E)-1-(3,4-dihydroxyphenyl)-7-hydroxyocta-4,6-dien-1-one dengan binding affinity -7,8 kcal/mol dan RMSD 1,525 Å, serta menunjukkan perbaikan pada beberapa parameter drug-likeness, ADME, dan toksisitas. Kesimpulan: Demethylcurcumin dipilih sebagai kandidat terbaik, sedangkan modifikasi struktur dari Demethylcurcumin menunjukkan hasil senyawa dengan profil yang lebih baik memenuhi parameter seperti drug-likeness, ADME, dan toksisitas.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ADME, Curcuma longa, Demethylcurcumin, Molecular Docking, Monoamine Oxidase A (MAO-A), Toksisitas. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 09:01 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 09:01 |
| URI: | http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5851 |

