WIDIATI, MURNI (2026) Formulasi dan Uji Aktivitas Antiskabies Krim Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Pada Kelinci. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (580kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (316kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (307kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (187kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (38kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (438kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (562kB)
Abstract
Latar Belakang: Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penggunaan obat sintetis seperti Permetrin dapat memicu resistensi, sehingga diperlukan alternatif alami. Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) mengandung senyawa aktif eugenol, flavonoid, dan tanin yang berpotensi sebagai akarisida alami untuk mengatasi skabies. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak etanol daun kemangi menjadi sediaan krim tipe M/A, mengevaluasi karakteristik mutu fisiknya, serta menguji efektivitas antiskabiesnya pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) secara in vivo dibandingkan dengan kontrol positif Permetrin 5%. Metode: Ekstrak daun kemangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kemudian diformulasikan ke dalam bentuk krim dengan variasi konsentrasi: F0 (basis 0%), F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (25%). Evaluasi sediaan krim meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta uji stabilitas cycling test. Uji efektivitas antiskabies in vivo dilakukan terhadap luas lesi keropeng kelinci yang diukur selama masa terapi. Data penurunan luas lesi dihitung dengan nilai Area Under the Curve (AUC) dan dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak memengaruhi sifat fisik krim; peningkatan konsentrasi ekstrak menurunkan nilai pH dan viskositas. Formula F3 (25%) menghasilkan mutu fisik sediaan yang paling optimal dan memenuhi standar farmasetik, dengan daya sebar sebesar 6,47 cm. Hasil uji efektivitas in vivo membuktikan bahwa sediaan krim F3 (25%) mampu menyembuhkan skabies dan menghilangkan lesi secara total pada hari ke-7. Analisis statistik nilai AUC menunjukkan bahwa efektivitas antiskabies krim F3 (25%) tidak berbeda signifikan secara bermakna (sig. = 0,721; p > 0,05) dibandingkan dengan kontrol positif Permetrin 5%. Kesimpulan: Sediaan krim ekstrak etanol daun kemangi konsentrasi 25% (F3) memiliki karakteristik mutu fisik terbaik dan memiliki efektivitas antiskabies yang setara dengan krim Permetrin 5%.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ocimum sanctum L, krim, Antiskabies, Permethrin 5%, Kelinci |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 08:37 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 08:37 |
| URI: | http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5976 |

