SAPUTRA, IRFAN (2026) Perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih (Piper betle L.) asal Karanganyar dan Sukoharjo terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (301kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (401kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (367kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (151kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (49kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (383kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (709kB)
Abstract
Latar Belakang: Resistansi bakteri terhadap antibiotik merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang terus meningkat dan menjadi tantangan dalam pengobatan penyakit infeksi. Kondisi tersebut mendorong pengembangan sumber antibakteri alternatif yang berasal dari bahan alam. Daun sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid/steroid yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri patogen, termasuk Staphylococcus aureus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih asal Karanganyar dan Sukoharjo terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 berdasarkan metode difusi cakram dan dilusi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak daun sirih diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram dengan mengukur diameter zona hambat. Selain itu, dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dalam masing-masing ekstrak. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak etanol daun sirih memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Pada konsentrasi 50%, ekstrak daun sirih asal Karanganyar menghasilkan diameter zona hambat sebesar 14,4 mm, sedangkan ekstrak asal Sukoharjo sebesar 13,31 mm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid/steroid. Nilai KHM ekstrak Karanganyar sebesar 12,5%, sedangkan ekstrak Sukoharjo sebesar 6,25%, yang menunjukkan bahwa ekstrak Sukoharjo mampu menghambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi yang lebih rendah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih asal Karanganyar dan Sukoharjo sama-sama memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Ekstrak Sukoharjo menunjukkan efektivitas yang lebih baik berdasarkan nilai KHM, sedangkan ekstrak Karanganyar memiliki kemampuan penghambatan yang lebih tinggi berdasarkan diameter zona hambat pada metode difusi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | :antibakteri, difusi. ekstak, sirih, zona hambat. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 08:08 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 08:08 |
| URI: | http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/6013 |

