Perspektif etika dan hukum bagi dokter pelaksana hukum kebiri kimia

RAMADHAN, ALDHITAMA (2026) Perspektif etika dan hukum bagi dokter pelaksana hukum kebiri kimia. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.

[thumbnail of Cover dan Abstrak.pdf] Text
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (477kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (332kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (319kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (162kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (49kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (428kB)
[thumbnail of Artikel Publikasi.pdf] Text
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (242kB)

Abstract

ABSTRAK
Aldhitama Ramadhan. 240413093. KEPASTIAN HUKUM DAN ETIK KEDOKTERAN BAGI DOKTER TERHADAP PELAKSANAAN HUKUM KEBIRI KIMIA. Skripsi. Program Pendidikan Hukum, Fakultas Hukum dan Bisnis, Universitas Duta Bangsa Surakarta, 2026.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan serta tanggung jawab etik dan hukum bagi dokter yang ditunjuk sebagai pelaksana tindakan kebiri kimia terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Penerapan kebiri kimia sebagai pidana tambahan berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 menimbulkan perdebatan mendasar, khususnya penolakan dari organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena dinilai bertentangan dengan sumpah dokter dan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI). Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara etik, tindakan kebiri kimia bertentangan dengan prinsip dasar bioetika (non-maleficence, beneficence, autonomy, dan justice) serta kewajiban dokter untuk menjaga integritas dan tidak merugikan kondisi fisik maupun psikis pasien. Secara hukum positif, tindakan tersebut memiliki basis regulasi, namun prosedur kebiri kimia tidak dapat dikategorikan sebagai pelayanan medis terapeutik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dokter seharusnya tidak ditempatkan sebagai eksekutor eksekusi kebiri kimia, melainkan sebagai tenaga ahli dalam ranah evaluasi medis, pemantauan kesehatan, dan rehabilitasi. Pemerintah diharapkan melakukan harmonisasi regulasi guna menyelaraskan penegakan hukum pidana dengan standar etika profesi kedokteran.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kepastian Hukum, Etika Kedokteran, Dokter, Kebiri Kimia, Kekerasan Seksual Terhadap Anak
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum dan Bisnis > S1 - Hukum
SWORD Depositor: Perpustakaan Fhb
Depositing User: Perpustakaan Fhb
Date Deposited: 29 Oct 2026 05:44
Last Modified: 29 Oct 2026 05:44
URI: http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/6095

Actions (login required)

View Item
View Item