FIRDAUS, INTAN RACHMA (2026) DIRECTIVE SPEECH ACTS IN POWER INTERACTIONS BETWEEN SCIENTISTS AND THE MILITARY OFFICERS IN THE FILM OPPENHEIMER (2023). Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (460kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (295kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (253kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (165kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (48kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (452kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (311kB)
Abstract
Intan Rachma Firdaus. 220415009. 2026. Directive Speech Acts in Power Interactions Between Scientists and the Military Officers in the Film Oppenheimer (2023). Program Studi Bahasa Inggris, Fakultas Hukum dan Bisnis, Universitas Duta Bangsa Surakarta. Pembimbing: Aris Hidayatullah, S.Hum., M.A dan Dr. Sri Kuncoro Dibyo S. M., M.Pd.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan bahasa sebagai alat negosiasi kekuasaan dalam interaksi antara ilmuwan dan pejabat militer, khususnya dalam film Oppenheimer (2023) yang menggambarkan ketegangan antara J. Robert Oppenheimer dan Jenderal Leslie Groves. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fungsi-fungsi tindak tutur direktif yang digunakan dalam interaksi kedua tokoh serta menganalisis bagaimana tindak tutur direktif tersebut mencerminkan interaksi kekuasaan berdasarkan tiga aturan kesantunan Lakoff (1973). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus tunggal. Sumber data utama adalah teks subtitle film Oppenheimer (2023) yang berisi dialog antara Oppenheimer dan Groves. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis dokumen, sedangkan analisis data menggunakan teori Searle dan Vanderveken (1985) untuk mengklasifikasikan fungsi direktif dan teori Lakoff (1973) untuk menganalisis kesantunan. Hasil penelitian menemukan delapan fungsi direktif yang digunakan, yaitu Ask, Suggest, Warn, Forbid, Request, Command, Order, dan Tell. Fungsi Ask merupakan fungsi yang paling dominan dengan 39 data atau 49,37 persen. Groves mendominasi penggunaan direktif berimposisi tinggi, sementara Oppenheimer mendominasi penggunaan direktif berimposisi rendah. Oppenheimer secara konsisten memenuhi aturan Don't Impose dan Give Options sebagai strategi negosiasi, sedangkan Groves melanggar ketiga aturan kesantunan sebagai alat dominasi. Ketidakhadiran aturan Make A feel good dalam seluruh interaksi mengkonfirmasi teori Lakoff bahwa aturan tersebut hanya tepat digunakan jika penutur memiliki status yang setara atau lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pilihan fungsi direktif dan strategi kesantunan mencerminkan negosiasi kekuasaan antara Groves yang menggunakan kekuasaan institusional dan Oppenheimer yang menggunakan kekuasaan epistemik. Temuan ini memperkaya kajian pragmatik tentang hubungan antara tindak tutur direktif dan kesantunan dalam konteks interaksi hierarkis lintas profesi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tindak Tutur Direktif, Interaksi Kekuasaan, Kesantunan, Film Oppenheimer |
| Subjects: | P Language and Literature > PE English |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Bisnis > S1 - Bahasa Inggris |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fhb |
| Depositing User: | Perpustakaan Fhb |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 02:32 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 02:32 |
| URI: | http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/6169 |

