Analisis Yuridis Pemberian Abolisi oleh Prsesiden dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia (Studi Kasus Abolisi Terhadap Tom Lembong)

RAHADIAN, ARDHAN HARISH (2026) Analisis Yuridis Pemberian Abolisi oleh Prsesiden dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia (Studi Kasus Abolisi Terhadap Tom Lembong). Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.

[thumbnail of Cover dan Abstrak.pdf] Text
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (470kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (243kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (298kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (10MB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (231kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (41kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (476kB)
[thumbnail of Artikel Publikasi.pdf] Text
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (557kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Presiden dalam pemberian abolisi serta prosedur dan mekanisme pemberian abolisi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Abolisi merupakan salah satu hak prerogatif Presiden yang diatur dalam Pasal 14 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan diberikan dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber data yang digunakan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Presiden dalam memberikan abolisi merupakan kewenangan konstitusional yang bersifat prerogatif, namun pelaksanaannya tidak bersifat mutlak karena harus memperhatikan pertimbangan DPR sebagai bentuk mekanisme checks and balances. Selain itu, pemberian abolisi harus tetap berlandaskan pada prinsip negara hukum, yaitu keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Penelitian ini juga menemukan bahwa prosedur dan mekanisme pemberian abolisi di Indonesia belum diatur secara rinci dalam peraturan perundang-undangan. Ketiadaan peraturan yang jelas mengenai syarat, kriteria, dan tata cara pemberian abolisi menimbulkan ketidakpastian hukum serta berpotensi membuka ruang subjektivitas dan penyalahgunaan kewenangan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan hukum melalui pembentukan peraturan yang lebih komprehensif guna menjamin pelaksanaan kewenangan abolisi secaraobjektif, transparan, dan akuntabel sesuai denganprinsip negara hukum.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Abolisi, Presiden, Hak Prerogatif, Sistem Ketatanegaraan, Negara Hukum.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum dan Bisnis > S1 - Hukum
SWORD Depositor: Perpustakaan Fhb
Depositing User: Perpustakaan Fhb
Date Deposited: 30 Oct 2026 08:55
Last Modified: 30 Oct 2026 08:55
URI: http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/6239

Actions (login required)

View Item
View Item