Tinjauan Yuridis terhadap Kriminalisasi Ujaran Kebencian dalam Perspektif Kebebasan Berekspresi di Indonesia

ARIYANTO, ALFRED (2026) Tinjauan Yuridis terhadap Kriminalisasi Ujaran Kebencian dalam Perspektif Kebebasan Berekspresi di Indonesia. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.

[thumbnail of Cover dan Abstrak.pdf] Text
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (480kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (244kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (231kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (9MB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (263kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (39kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (482kB)
[thumbnail of Artikel Publikasi.pdf] Text
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (201kB)

Abstract

Penelitian ini membahas kriminalisasi ujaran kebencian dalam perspektif kebebasan berekspresi di Indonesia. Isu utama penelitian ini adalah adanya ketegangan antara kebutuhan negara untuk melindungi martabat manusia, ketertiban umum, dan kelompok rentan dengan jaminan konstitusional atas kebebasan berekspresi. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan ujaran kebencian terdapat dalam UU ITE dan KUHP Baru, khususnya Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 29 UU ITE serta Pasal 242 dan Pasal 300 KUHP. Secara konstitusional, kriminalisasi ujaran kebencian memiliki tujuan yang sah berdasarkan Pasal 28J ayat (2) UUD 1945. Namun, beberapa norma masih mengandung frasa multitafsir yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan pembatasan berlebihan terhadap kebebasan berekspresi. Berdasarkan uji proporsionalitas, Pasal 300 KUHP dinilai paling proporsional, sedangkan Pasal 29 UU ITE memiliki kelemahan paling besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kriminalisasi ujaran kebencian di Indonesia bersifat konstitusional bersyarat, sepanjang diterapkan secara restriktif, berbasis kerugian nyata, dan mengutamakan prinsip ultimum remedium.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: ujaran kebencian, kriminalisasi, kebebasan berekspresi, proporsionalitas, UU ITE
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum dan Bisnis > S1 - Hukum
SWORD Depositor: Perpustakaan Fhb
Depositing User: Perpustakaan Fhb
Date Deposited: 30 Oct 2026 08:56
Last Modified: 30 Oct 2026 08:56
URI: http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/6241

Actions (login required)

View Item
View Item