DEWI, RETNO KURNIA (2026) ANALISIS RISIKO KEAMANAN DETEKSI DAN PENETAPAN KADAR HIDROKUINON DALAM PRODUK NIGHT CREAM YANG BEREDAR DI KECAMATAN X KABUPATEN SUKOHARJO. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (334kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (434kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (290kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (117kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (41kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (373kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (788kB)
Abstract
Latar Belakang: Hidrokuinon merupakan bahan pencerah kulit yang bekerja dengan menghambat pembentukan melanin, namun penggunaannya dalam kosmetik dibatasi karena berpotensi menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit, hiperpigmentasi paradoks, dan okronosis eksogen. Meskipun telah dilarang dalam kosmetik bebas, masih ditemukan produk night cream yang diduga mengandung hidrokuinon, khususnya pada produk yang tidak terdaftar secara resmi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji risiko keamanan melalui deteksi dan penetapan kadar hidrokuinon pada produk night cream yang beredar di Kecamatan X Kabupaten Sukoharjo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan hidrokuinon, menentukan kadar hidrokuinon dalam sampel night cream, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Metode: Eksperimental laboratorium dengan teknik purposive sampling terhadap 15 sampel night cream yang terdiri dari 8 produk terdaftar BPOM dan 7 produk non-BPOM. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan uji reaksi warna FeCl3, Benedict, dan o-fenantrolin, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan kolom C18 dan detektor UV-Vis pada panjang gelombang 280 nm. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel yang terdaftar BPOM tidak terdeteksi mengandung hidrokuinon. Sebaliknya, beberapa sampel non-BPOM terdeteksi mengandung hidrokuinon dengan rentang kadar antara 0,0688 persen hingga 0,2043 persen. Nilai tersebut melebihi batas aman yang ditetapkan dalam regulasi kosmetik, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa produk night cream non-BPOM memiliki tingkat risiko keamanan yang lebih tinggi dibandingkan produk terdaftar. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan terhadap peredaran kosmetik serta edukasi kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih produk perawatan kulit yang aman dan terdaftar resmi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | BPOM, Hidrokuinon, HPLC, Keamanan kosmetik, Night cream, Uji reaksi warna |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 13 May 2026 07:02 |
| Last Modified: | 13 May 2026 07:02 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/4952 |

