RENDIKA, REIHAN (2026) EVALUASI PENGGUNAAN SEDIAAN INHALER MDI DAN DPI TERHADAP FEV? PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RS UNS. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (348kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (329kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (313kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (265kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (38kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (378kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (845kB)
Abstract
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronik yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang bersifat progresif dan tidak sepenuhnya reversibel. Salah satu terapi utama PPOK adalah penggunaan obat inhalasi melalui Metered Dose Inhaler (MDI) dan Dry Powder Inhaler (DPI). Keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh ketepatan teknik penggunaan inhaler, karena kesalahan teknik dapat menurunkan deposisi obat di saluran napas dan berdampak pada outcome klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan inhaler MDI dan DPI serta hubungannya dengan nilai FEV1/FVC pada pasien PPOK di RS UNS.
Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive pada 100 pasien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi. Data sosiodemografi dan ketepatan penggunaan inhaler diperoleh melalui wawancara langsung, sedangkan data nilai FEV1/FVC diperoleh dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α samadengan 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia lebihdari45 tahun (80persen) dan berjenis kelamin perempuan (56persen). Tingkat ketepatan penggunaan inhaler masih rendah, baik pada pengguna MDI (tepat 22,2persen) maupun DPI (tepat 13,2persen). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor sosiodemografi dengan ketepatan penggunaan inhaler (p lebihdari 0,05). Namun, terdapat hubungan yang sangat signifikan antara ketepatan penggunaan inhaler dengan pencapaian nilai FEV1/FVC (p kurangdari 0,001), di mana seluruh pasien dengan teknik inhaler yang tepat mencapai nilai FEV1/FVC. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ketepatan penggunaan inhaler berperan penting dalam pencapaian outcome fungsi paru pada pasien PPOK. Oleh karena itu, edukasi dan evaluasi teknik inhaler secara berkelanjutan perlu ditingkatkan untuk menunjang keberhasilan terapi PPOK.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Dry Powder Inhaler (DPI), FEV₁/FVC, ketepatan penggunaan inhaler, Metered Dose Inhaler (MDI), Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 13 May 2026 08:02 |
| Last Modified: | 13 May 2026 08:02 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/4983 |

