FIKRI, FISKA FEBRIANI (2026) ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP APOTEKER TERHADAP PERSEPSI APOTEKER TENTANG TELEFARMASI DI PUSKESMAS KOTA SUKOHARJO. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (388kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (254kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (323kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (217kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (40kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (453kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (860kB)
Abstract
Latar Belakang: Pandemi Covid-19 mendorong percepatan adopsi teknologi
dalam pelayanan kesehatan, termasuk penerapan telefarmasi. Keberhasilan
implementasi telefarmasi bergantung pada kesiapan apoteker meliputi
pengetahuan, sikap dan persepsi Tujuan: penelitian ini bertujuan menganalisis
hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan persepsi apoteker terhadap implementasi
telefarmasi di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Metode: penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel
penelitian adalah 30 apoteker yang bekerja di apotek dan puskesmas selama 1 tahun
di wilayah Kabupaten Sukoharjo, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas,
serta wawancara mendalam. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat
dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa
mayoritas apoteker memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan rata-rata
sebesar 76,7 persen menunjukkan apoteker memiliki pemahaman yang baik. Sikap
apoteker berada dalam kategori cukup dengan rata-rata 60 persen, dan persepsi apoteker
tergolong dalam kategori cukup rata-rata 70 persen. Pada hasil wawancara mengungkap
adanya hambatan utama dalam pengimplementasi telefarmasi meliputi keterbatasan
infrastruktur jaringan, dominasi pasien lansia yang kurang familiar dengan
teknologi digital dan pembagian waktu pelayanan antara langsung dan daring.
Analisis uji statistik dengan chi-square menyatakan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara pengetahuan dan persepsi apoteker, dengan nilai p value sebesar
0,014 (p kurangdari 0,05). Pada variabel sikap dan persepsi terdapat hubungan yang
signifikan ditunjukan dengan nilai p value 0,001 (p kurangdari 0,05). Kesimpulan:
implementasi terhadap telefarmasi tidak hanya ditentukan oleh aspek pengetahuan
apoteker, tetapi juga memerlukan penguatan sikap positif melalui dukungan
infrastruktur yang memadai, pelatihan teknis berkelanjutan dan regulasi yang jelas.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Apoteker, Pengetahuan, Persepsi, Puskesmas, Sikap, Sukoharjo, Telefarmasi. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 16 May 2026 04:25 |
| Last Modified: | 16 May 2026 04:25 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5004 |

