NURCAHYATI, AFNISYAH (2026) evaluasi pengobatan pada pasien hepatitis b rawat jalan di rumah sakit dr.moewardi. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (453kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (289kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (405kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (9MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (180kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (40kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (380kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (444kB)
Abstract
Latar Belakang: Hepatitis merupakan peradangan hati yang pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Terdapat lima virus heapatitis yaitu Virus Hepatitis A (HAV), Virus Hepatitis B (HBV), Virus Hepatitis C (HCV), Virus Hepatitis D (HDV) dan Virus Hepatitis E (HEV). Hepatitis B merupakan suatu penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). HBV dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun, pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati (Andriani dkk., 2020). Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui profil pasien dan penggunaan obat hepatitis B serta mengevaluasi pengobatan Hepatitis B pada pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr.Moewardi dengan menggunakan metode observasional deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif secara kuantitatif. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 99 pasien hepatitis B, mayoritas berjenis kelamin laki-laki (67,68persen) dan berusia lebihdari 55 tahun (46,5persen). Sebagian besar pasien menerima terapi antivirus (60,61persen), dengan tenofovir sebagai obat yang paling banyak digunakan (78,78persen), diikuti entecavir (17,17persen). Evaluasi kesesuaian pengobatan menunjukkan bahwa seluruh dosis dan frekuensi terapi antivirus serta hepatoprotektor yang diberikan telah sesuai dengan pedoman nasional dan referensi MIMS (100persen sesuai). Curcuma merupakan hepatoprotektor yang paling sering digunakan (64,64persen). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan obat hepatitis B di RSUD Dr. Moewardi telah sesuai dengan standar terapi yang berlaku. Berdasarkan penelitian terhadap 99 pasien hepatitis B, sebagian besar pasien telah menerima terapi antivirus dan terapi pendukung sesuai pedoman. Penggunaan obat, baik antivirus maupun hepatoprotektor, telah sesuai jenis, dosis, dan frekuensi. Penatalaksanaan pasien menunjukkan penerapan terapi yang rasional dan sesuai kondisi klinis.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis, Komplikasi, Hepatitis B |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 16 May 2026 04:33 |
| Last Modified: | 16 May 2026 04:33 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5007 |

