FATHONAH, FASLUL (2026) PREDIKTOR KEGAGALAN TERAPI OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS SANGKRAH SURAKARTA. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (337kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (404kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (379kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (234kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (42kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (324kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (386kB)
Abstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kegagalan pengobatan yang berdampak pada peningkatan penularan, kekambuhan, serta terjadinya resistensi obat. Kegagalan pengobatan TB dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor klinis maupun sosiodemografi pasien. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan tuberkulosis paru.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan tuberkulosis paru di Puskesmas Sangkrah Surakarta pada periode 2023–2025.Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 102 pasien tuberkulosis paru yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan kejadian kegagalan pengobatan tuberkulosis paru.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosiodemofrafi yaitu tingkat pendidikan berhubungan signifikan dengan kegagalan pengobatan tuberkulosis paru (p samadengan 0,047). dan faktor klinis yaitu, gejala demam selama masa pengobatan (p kurangdari 0,001) dan status Basil Tahan Asam (BTA) pada bulan ke-2 (p kurangdari 0,001) juga memiliki hubungan yang bermakna dengan kegagalan pengobatan. Pasien dengan hasil BTA positif pada bulan ke-2 memiliki risiko kegagalan pengobatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasien dengan hasil BTA negatif, Kesimpulan: Tingkat pendidikan, gejala demam, dan status BTA bulan ke-2 merupakan faktor yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan tuberkulosis paru. Pemantauan klinis yang intensif, evaluasi hasil pemeriksaan BTA pada bulan ke-2, serta peningkatan edukasi pasien perlu dioptimalkan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Kegagalan Pengobatan, OAT, Tubekulosis Paru |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 16 May 2026 04:52 |
| Last Modified: | 16 May 2026 04:52 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5025 |

