FAHRI, ADITYA RAKA (2026) Prediktor kegagalan terapi obat anti hipertensi (OAH) pada pasien lansia di Puskesmas Sangkrah. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (524kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (328kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (381kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (294kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (45kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (372kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (388kB)
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang paling umum
di Indonesia dengan prevalensi mencapai 34,1% pada penduduk usia 18 tahun ke
atas, di mana kelompok lansia memiliki risiko tinggi akibat perubahan fisiologis
seperti penurunan fungsi ginjal dan kekakuan pembuluh darah. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi prediktor kegagalan
terapi Obat Anti Hipertensi (OAH) serta menentukan faktor yang paling dominan
terhadap kegagalan terapi tersebut pada pasien lansia di Puskesmas Sangkrah
Surakarta. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik
observasional dengan rancangan cross-sectional terhadap 106 responden lansia
(kuranglebih 60 tahun) yang telah menjalani terapi minimal selama 3 bulan. Data dikumpulkan
melalui rekam medis dan pengisian kuesioner yang meliputi data demografi, tingkat
pengetahuan, kepatuhan minum obat (MMAS-8), serta gaya hidup, yang kemudian
dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kegagalan terapi, yang ditandai dengan tekanan darah tetap
kuranglebih 120/80 mmHg, Oleh beberapa prediktor utama seperti rendahnya kepatuhan
pasien, gaya hidup yang tidak sehat (konsumsi garam tinggi, merokok, kurang
aktivitas fisik) menunjukkan hasil pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap kepatuhan. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa prediktor yang diteliti (usia,
jeniskelamin, pendidikan, pengetahuan) terhadap kepatuhan menunjukkan bahwa
rendahnya pemahaman responden mengenai hipertensi menjadi prediktor utama
terjadinya ketidakpatuhan dalam minum obat.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hipertensi, Lainsiai, Prediktor Kegaigailain Teraipi, OAIH, Puskesmais Saingkraih. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 16 May 2026 04:59 |
| Last Modified: | 16 May 2026 04:59 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5027 |

