SARI, SINDY AVITA (2026) UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KOMBINASIDAUN SIDAGURI (Sida rhombifolia L.) DAN BELIMBING WULUH(Averrhoa bilimbi L.) PADA MENCIT (Mus musculus L.) JANTANYANG DIINDUKSI PEPTON 5%. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (540kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (295kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (273kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (146kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (33kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (443kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (308kB)
Abstract
Latar Belakang: Demam merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau inflamasi yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di hipotalamus. Penggunaan antipiretik sintetis secara terus-menerus berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman dari bahan alam. Daun sidaguri dan daun belimbing wuluh diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan senyawa bioaktif lainnya yang berpotensi memberikan aktivitas antipiretik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik kombinasi ekstrak etanol daun sidaguri dan daun belimbing wuluh, membandingkan efektivitasnya dengan ekstrak tunggal, serta menentukan kombinasi yang paling efektif dalam menurunkan suhu tubuh mencit. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 32 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi tujuh kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (parasetamol), kontrol normal, ekstrak tunggal daun sidaguri, ekstrak tunggal daun belimbing wuluh, serta kombinasi ekstrak dengan perbandingan 1:2, 1:1, dan 2:1. Demam diinduksi menggunakan pepton 5 persen. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene, Kruskal–Wallis, Mann–Whitney, serta analisis Area Under Curve (AUC). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sidaguri mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid, sedangkan ekstrak daun belimbing wuluh mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p kurangdari 0,05). Kombinasi ekstrak dengan perbandingan sidaguri : belimbing wuluh 1:2 dan 2:1 memberikan aktivitas antipiretik tertinggi serta tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif berdasarkan analisis statistik. Kesimpulan: Hasil penelitian disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun sidaguri dan daun belimbing wuluh memiliki aktivitas antipiretik yang lebih baik dibandingkan ekstrak tunggal dan berpotensi dikembangkan sebagai kandidat antipiretik berbahan alam.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: aktivitas antipiretik, Averrhoa bilimbi L., kombinasi ekstrak, mencit, Sida rhombifolia L. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:32 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:58 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5202 |

