NATASYA, ANDINI (2026) FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN PADAT KOMBINASI EKSTRAK DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) DAN DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus ATCC 25923. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (539kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (357kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (201kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (293kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (41kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (489kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (314kB)
Abstract
Latar Belakang: Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit peradangan kulit kronis dengan prevalensi tinggi, mencapai 80–85persen pada usia remaja, yang salah satu pemicu utamanya adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Daun kirinyuh dan daun bidara mengandung senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang terbukti memiliki aktivitas antibakteri, sehingga integrasi kedua ekstrak ke dalam sabun padat berpotensi menghasilkan produk pembersih dengan agen antiseptik alami untuk melindungi kulit dari infeksi bakteri. Tujuan:Memformulasikan sabun padat kombinasi ekstrak daun kirinyuh dan daun bidara yang memenuhi standar mutu fisik SNI 3532:2021, serta menentukan konsentrasi formula dengan daya hambat paling optimum terhadap Staphylococcus aureusATCC 25923. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan maserasi etanol 70persen dan saponifikasi basis minyak (VCO, zaitun, sawit) untuk membuat empat formula (F0 sebagai kontrol basis; F1, F2, F3 dengan variasi konsentrasi ekstrak). Evaluasi meliputi uji organoleptis, pH, tinggi busa, kadar air, hedonik, dan uji iritasi pada 20 panelis tanpa riwayat penyakit kulit. Efektivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer, dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil: Seluruh formula memenuhi kriteria mutu fisik SNI (pH 9,62–10,21; tinggi busa 9,13–11,60 cm; kadar air 2,82–7,65persen) serta aman tanpa reaksi iritasi. Formula 2 (kirinyuh 2,5persen : bidara 7,5persen) memberikan zona hambat terbesar (12,20 kuranglebih 0,67 mm, kategori kuat), diikuti Formula 1 (11,15 kuranglebih 1,65 mm) dan Formula 3 (9,05 kuranglebih 0,58 mm). ANOVA menunjukkan F = 36,125 (p kurangdari 0,001), dan uji Tukey HSD menunjukkan daya hambat Formula 2 tidak berbeda nyata dengan kontrol positif sabun Asepso (p = 0,412). Kesimpulan: Sabun padat kombinasi ekstrak daun kirinyuh dan bidara efektif menghambat Staphylococcus aureus dengan mutu fisik yang baik, dan Formula 2 merupakan konsentrasi paling optimum dengan daya hambat setara kontrol positif
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antibakteri, Bidara, Kirinyuh, Sabun Padat, Staphylococcus aureus |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 12 Sep 2026 04:10 |
| Last Modified: | 12 Sep 2026 04:10 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5515 |

