Hubungan Kelengkapan Informasi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis Kasus Fracture Berdasarkan ICD 10 di RSUD Bagas Waras Klaten

NANDA, YOAN MEGA (2024) Hubungan Kelengkapan Informasi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis Kasus Fracture Berdasarkan ICD 10 di RSUD Bagas Waras Klaten. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.

[thumbnail of Cover dan Abstrak.pdf] Text
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (321kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (421kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (359kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (232kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (30kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (493kB)
[thumbnail of Artikel Publikasi.pdf] Text
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (791kB)

Abstract

ABSTRAK
YOAN MEGA NANDA
Hubungan Kelengkapan Informasi Medis Dengan Keakuratan Kode
Diagnosis Kasus Fracture Berdasarkan ICD 10 di RSUD Bagas Waras Klaten.
RSUD Bagas Waras Klaten merupakan rumah sakit tipe C. Berdasarkan studi
pendahuluan 10 dokumen rekam medis rekam medis diagnosis fracture, menunjukkan bahwa dokumen lengkap tetapi akurat 5 dokumen, dan tidak akurat 5 dokumen. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Kelengkapan Informasi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis Kasus Fracture Berdasarkan ICD 10 di RSUD Bagas Waras Klaten.
Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel
penelitian sebanyak 158 dokumen, teknik pengambilan sampel simple random
sampling. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi, pedoman wawancara,
checklist, SPSS, alat tulis, alat rekam. Pengolahan data dengan collecting, editing, coding, classification, tabulating, penyajian data. Analisis data menggunakan analisis univariate dan analisis bivariate dengan chi square menggunakan SPSS.
Hasil kelengkapan informasi medis sebanyak 132 dokumen (84%), ketidaklengkapan 26 dokumen (16%). Keakuratan kode diagnosis sebanyak 130
dokumen (82%), ketidakakuratan 28 dokumen (18%). Data diolah menggunakan uji chi square menggunakan aplikasi SPSS, hasil perhitungan menunjukkan bahwa
nilai p=0,366 sehingga p lebih dari 0,05. Kesimpulan diambil tidak terdapat hubungan kelengkapan informasi medis dengan keakuratan kode diagnosis kasus fracture.
Sebaiknya dilakukan evaluasi berkala agar tenaga rekam medis selalu mengisi dokumen rekam medis, mengingat pentingnya kelengkapan informasi dalam dokumen rekam medis. Seharusnya coder dalam melakukan pengkodean harus lebih teliti dan memperhatikan setiap aturan-aturan yang ada di dalam ICD 10 karena keakuratan kode diagnosis merupakan hal yang sangat penting.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kelengkapan informasi medis, Keakuratan kode diagnosis, Fracture
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 - Rekam Medis dan Informatika
SWORD Depositor: Perpustakaan Fikes
Depositing User: Perpustakaan Fikes
Date Deposited: 12 Mar 2025 05:53
Last Modified: 12 Mar 2025 05:53
URI: https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/3471

Actions (login required)

View Item
View Item