Persebaran Epidemiologi Spasial Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Kota Surakarta tahun 2021-2023

WULANDARI, ERA FIFIT (2024) Persebaran Epidemiologi Spasial Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Kota Surakarta tahun 2021-2023. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.

[thumbnail of Cover dan Abstrak.pdf] Text
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (557kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (252kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (259kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (231kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (37kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (331kB)
[thumbnail of Artikel Publikasi.pdf] Text
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (817kB)

Abstract

ABSTRAK

ERA FIFIT WULANDARI

Persebaran Epidemiologi Spasial Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Kota Surakarta tahun 2021-2023

Penyakit Tuberkulosis dari tahun ke tahun di Indonesia masih menduduki peringkat kedua jumlah pengidap TB terbanyak. Kejadian penyakit Tuberkulosis di Puskesmas Kota Surakarta melonjak dari tahun 2020 sampai 2021. Wilayah potensial penyakit Tuberkulosis paru belum terdekteksi secara nyata dikarenakan proses perhitungan kasus dilakukan berdasarkan unit pelayanan kesehatan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana distribusi kejadian Tuberkulosis Paru berdasarkan wilayah kerja per puskesmas melalui pendekatan epidemiologi spasial di Kota Surakarta tahun 2021-2023.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Populasi dan sampel yaitu 819 kasus tuberkulosis Paru dengan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian berupa observasi, wawancara, aplikasi pemetaan dengan QGIS Pengolahan data dengan penyusunan data, editing, klasifikasi data, tabulasi, perhitungan, dan penyajian data.
Kasus Tuberkulosis Paru tahun 2021 berjumlah 212 kasus, zona merah atau wilayah tinggi kasus Tuberkulosis lebih dari rata-rata yaitu lebih dari 12 kasus yang terjadi di 7 Puskesmas, Puskesmas Jayengan, Sangkrah, Purwodiningratan, Sibela, Nusukan, dan Gambirsari. Zona kuning atau wilayah rendah kasus Tuberkulosis terjadi pada 10 Pukesmas dengan rata-rata kurang dari12 kasus, Puskesmas Kratonan, Gajahan, Manahan, Setabelan, Ngoresan, Banyuanyar, Gilingan, Pajang, Nusukan, Purwosari, dan Penumping. Pada tahun 2022 berjumlah 285 kasus, zona merah dengan kasus lebih dari rata-rata yaitu lebih dari17 yang terjadi pada 7 Puskesmas, yaitu Puskesmas Pajang, Penumping, Sangkrah, Purwodiningratan, Sibela, Nusukan, dan Puskesmas Gambirsari. Zona kuning terjadi pada 10 Puskesmas dengan rata-rata kurang dari17 kasus, yaitu Puskesmas Purwosari, Jayegan, Kratonan, Gajahan, Ngoresan, Pucangsawit, Manahan, Gilingan, Banyuanyar, dan Setabelan. Pada tahun 2023, zona merah terjadi pada 6 wilayah, lebih dari rata-rata yaitu lebih dari19 pada Puskesmas Sangkrah, Ngoresan, Sibela, Pucangsawit, Gilingan, dan Banyuanyar. Zona kuning terjadi pada 11 kasus dengan rata-rata kurang dari19 yaitu Puskesmas Jayengan, Pajang, Purwosari, Penumping, Kratonan, Purwodiningratan, Ngoresan, Nusukan, Manahan, Setabelan dan Gambirsari. Distribusi kasus Tuberkulosis Paru, berdasarkan umur anak 0-14 tahun, terbanyak pada tahun 2023. Berdasarkan umur dewasa, tertinggi pada tahun 2023. Kasus berdasarkan jenis kelamin mayoritas di derita oleh laki-laki.
Saran yang diberikan Petugas penyuluhan kesehatan Puskesmas di Kota Surakarta diharapkan untuk meningkatkan lagi kegiatan edukasi dan promosi terkait penyakit tuberkulosis paru sehingga masyarakat dapat lebih berpetan aktif dalam melakukan pencegahan terhadap penularan penyakit tuberkulosis.

Kata kunci : Epidemiologi Spasial, Pemetaan penyakit, Tuberkulosis Paru, QGIS
Kepustakaan : 22 (2014-2024)

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : Epidemiologi Spasial , Pemetaan penyakit , Tuberkulosis Paru , QGIS
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 - Rekam Medis dan Informatika
SWORD Depositor: Perpustakaan Fikes
Depositing User: Perpustakaan Fikes
Date Deposited: 07 Mar 2025 05:01
Last Modified: 07 Mar 2025 05:01
URI: https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/3639

Actions (login required)

View Item
View Item