UJI EFEK TONIKUM EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella Asiatica) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Musculus) DENGAN METODE ROTAROD

NOVITASARI, WIWIN (2025) UJI EFEK TONIKUM EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella Asiatica) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Musculus) DENGAN METODE ROTAROD. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.

[thumbnail of Cover dan Abstrak.pdf] Text
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (531kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (487kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (374kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (105kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (30kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (470kB)
[thumbnail of Artikel Publikasi.pdf] Text
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only

Download (496kB)

Abstract

Tonik adalah zat atau campuran zat yang dapat memperkuat tubuh atau meningkatkan energi seseorang. Efek tonik disebabkan oleh stimulasi sistem saraf pusat (SSP). Herba pegagan (Centella Asiatica) merupakan zat alami yang mengandung senyawa bioaktif seperti terpenoid, yang berperan dalam menghasilkan efek tonik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan ekstrak herba pegagan (Centella asiatica) dalam memberikan efek tonik pada tikus putih jantan (Mus Musculus) dan menentukan dosis optimal ekstrak herba pegagan (Centella Asiatica) untuk memberikan efek tonik yang optimal. Penelitian ini menggunakan uji Rotarod dengan kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 5 hewan uji yang diberi Na-CMC 0,5% sebagai kontrol negatif, kafein 100 mg/kgBB sebagai kontrol positif, dan suspensi ekstrak herba pegagan dengan berbagai dosis, yaitu 50 mg/kgBB sebagai dosis rendah, 100 mg/kgBB sebagai dosis sedang, dan 150 mg/kgBB sebagai dosis tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan signifikan lamanya tikus tetap berada di rotarod pada semua dosis dibandingkan dengan kontrol negatif dan tanpa perlakuan. Dosis 150 mg/kgBB memberikan efek tonik yang paling mendekati efek kafein. Uji fitokimia menunjukkan bahwa herba pegagan mengandung terpenoid, yang diduga berperan dalam aktivitas toniknya. Dengan demikian, ekstrak herba pegagan berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif tonik alami.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Centella Asiatica,Tonikum,mencit,rotarod,terpenoid
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 - Farmasi
SWORD Depositor: Perpustakaan Fikes
Depositing User: Perpustakaan Fikes
Date Deposited: 03 Oct 2025 02:05
Last Modified: 03 Oct 2025 02:05
URI: https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/4691

Actions (login required)

View Item
View Item