HERAWATI, RINI (2026) Asuhan Keperawatan Dengan Intervensi Shaker Exercise Terhadap Pemulihan Fungsi Menelan Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Disfagia. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (485kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (231kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (325kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (286kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (42kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (390kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (404kB)
Abstract
Latar Belakang : Stroke non hemoragik dapat menyebabkan gangguan menelan (disfagia) akibat kerusakan saraf yang mengatur proses menelan. Disfagia dapat meningkatkan resiko aspirasi, malnutrisi, dan komplikasi lainnya. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fungsi menelan adalah shaker exercise, yaitu latihan yang bertujuan memperkuat otot suprahyoid sehingga membantu proses menelan menjadi lebih efektif. Tujuan : Melaksanakan asuhan keperawatan dengan intervensi shaker exercise terhadap pemulihan fungsi menelan pada pasien stroke non hemoragik. Metode : Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus pada satu pasien stroke non hemoragik yang mengalami disfagia di RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo. Intervensi shaker exercise diberikan selama 3 hari berturut-turut, 1 kali sehari selama 15 menit. Pengukuran fungsi menelan dilakukan menggunakan instrumen Gugging Swallowing Screen (GUSS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil : Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan fungsi menelan setelah pemberian shaker exercise. Skor GUSS sebelum intervensi pada hari pertama 8 disfagia berat, meningkat menjadi 9 disfagia berat setelah intervensi. Pada hari kedua, skor meningkat dari 10 menjadi 15 disfagia ringan, sedangkan pada hari ketiga meningkat dari 15 menjadi 20 tidak ada disfagia atau disfagia ringan dengan resiko aspirasi minimal. Secara keseluruhan terjadi peningkatan skor GUSS dari 8 menjadi 20 stelah dilakukan intervensi selama 3 hari. Pasien mampu menelan makanan dan minuman dengan lebih baik, tanpa tersedak dan tanpa batuk Kesimpulan : Penerapan shaker exercise efektif dalam meningkatkan
fungsi menelan pada pasien stroke non hemoragik dengan disfagia. Intervensi ini dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu pemulihan fungsi menelan dan mengurangi resiko komplikasi akibat disfagia.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci : Disfagia, Fungsi menelan, GUSS, Shaker exercise, Stroke non hemoragik. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 - Keperawatan |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 15 Aug 2026 04:01 |
| Last Modified: | 15 Aug 2026 04:01 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5144 |

