RAHMAWATI, EVITA TRI (2026) Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan intervensi Chin Tuck Against Resistance. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (369kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (353kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (268kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (210kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (33kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (364kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (731kB)
Abstract
Program Studi Diploma Tiga Keperawatan
Fakultas Ilmu Kesehatan
Univeristas Duta Bangsa Surakarta
2026
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN INTERVENSI CHIN TUCK AGAINST RESISTANCE
Evita Tri Rahmawati
ABSTRAK
Latar Belakang: Stroke non-hemoragik merupakan penyebab utama disabilitas neurologis yang sering kali memicu komplikasi sekunder berupa disfagia atau gangguan menelan. Kondisi ini meningkatkan risiko pneumonia aspirasi, malnutrisi, hingga kematian. Salah satu intervensi non-farmakologis yang direkomendasikan untuk memperkuat otot-otot suprahioid dan memperbaiki fungsi menelan adalah latihan Chin Tuck Against Resistance (CTAR). Tujuan: Mengetahui gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien stroke non-hemoragik yang mengalami disfagia melalui penerapan latihan Chin Tuck Against Resistance (CTAR) dalam meningkatkan kemampuan menelan. Metode: Desain penelitian ini adalah studi kasus deskriptif yang mengeksplorasi asuhan keperawatan secara komprehensif pada satu pasien stroke non-hemoragik (Tn. T) dengan masalah keperawatan utama gangguan menelan di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Intervensi CTAR dilakukan menggunakan media bola karet yang ditempatkan di bawah dagu secara isometrik dan isokinetik, dengan frekuensi 1 kali sehari selama 3 hari masa perawatan. Tingkat kemampuan menelan diukur secara klinis menggunakan instrumen Swallowing Function Communication Measure (SFCM). Hasil: Pengkajian awal menunjukkan pasien mengeluh sulit menelan dengan skor kemampuan menelan berada pada skala 6 (gangguan menelan berat). Setelah diberikan implementasi keperawatan berupa latihan CTAR yang dikombinasikan dengan pengaturan posisi semi-fowler selama tiga hari, fungsi menelan pasien mengalami peningkatan secara bertahap dari skala 6 menjadi skala 4 pada hari kedua, hingga mencapai status normal pada evaluasi hari ketiga. Kesimpulan: Penerapan intervensi Chin Tuck Against Resistance (CTAR) efektif dalam mengatasi masalah keperawatan gangguan menelan pada pasien stroke non-hemoragik. Latihan ini disarankan menjadi salah satu standar prosedur operasional rehabilitasi mandiri bagi pasien pasca-stroke di rumah sakit.
Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Stroke Non-Hemoragik, Disfagia, Chin Tuck Against Resistance (CTAR).
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Keperawatan, Stroke Non-Hemoragik, Disfagia, Chin Tuck Against Resistance (CTAR). |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 - Keperawatan |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 08:37 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 08:37 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5195 |

