NOVIANI, FITRI (2026) ASUHAN KEPERAWATAN PENERAPAN TERAPI DZIKIR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (403kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (333kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (476kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (226kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (30kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (320kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (218kB)
Abstract
Latar Belakang: Rencana pembedahan (pre-operasi) pada pasien Close Fraktur sering memicu kecemasan akibat ketakutan akan prosedur pembedahan dan nyeri. Kecemasan yang tidak ditangani berisiko mengganggu stabilitas hemodinamik dan menunda tindakan operasi. Terapi dzikir merupakan intervensi non-farmakologis berbasis religiusitas yang dapat menstimulasi saraf parasimpatis untuk menurunkan hormon stres dan menghadirkan ketenangan. Tujuan: Mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan pasien pre-op Close Fraktur melalui penerapan terapi dzikir terhadap tingkat kecemasan di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Metode: Studi kasus ini menerapkan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian hingga evaluasi. Subjek studi adalah Ny. K (78 tahun) dengan diagnosis Fraktur Femur Dextra. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Intervensi berupa terapi dzikir diberikan sebagai teknik distraksi selama fase pre-operasi. Hasil: Pengkajian awal menunjukkan pasien mengalami kecemasan yang ditandai dengan perasaan takut, gelisah, jantung berdebar, dan otot tegang. Setelah diberikan terapi dzikir selama fase pre-operasi, pasien menunjukkan respons adaptif yang baik. Pada evaluasi akhir, tingkat kecemasan menurun signifikan dari kategori kecemasan sedang dengan skor APAIS 14 menjadi kategori kecemasan ringan dengan skor APAIS 9, serta pasien mampu berdzikir secara mandiri. Kesimpulan: Penerapan terapi dzikir efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre-operasi close fraktur. Terapi ini disarankan bagi perawat sebagai alternatif intervensi mandiri untuk memenuhi kebutuhan psikospiritual pasien pembedahan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Close Fraktur, Terapi Dzikir, Kecemasan. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 - Keperawatan |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 05:13 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 05:13 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5219 |

