ARDILLA, ALVIN SEPHIA (2026) ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DENGAN INTERVENSI DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE DI RSUP SURAKARTA. Other thesis, Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Cover dan Abstrak.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (597kB)
Bab 1.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (412kB)
Bab 2.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (445kB)
Bab 3.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Bab 4.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (5MB)
Bab 5.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (146kB)
Daftar Pustaka.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (48kB)
Lampiran.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (332kB)
Artikel Publikasi.pdf - Preview
Restricted to Registered users only
Download (863kB)
Abstract
Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronis yang ditandai dengan hambatan aliran udara progresif dan tidak sepenuhnya reversibel. Kondisi ini menyebabkan gangguan pola napas, peningkatan frekuensi napas, penurunan saturasi oksigen, serta sesak napas yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah Diaphragmatic Breathing Exercise (DBE), yaitu latihan pernapasan untuk meningkatkan fungsi diafragma, ventilasi paru, dan status oksigenasi. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan pada pasien PPOK dengan intervensi Diaphragmatic Breathing Exercise dalam memperbaiki pola napas dan meningkatkan saturasi oksigen di RSUP Surakarta. Metode: Studi kasus deskriptif pada satu pasien PPOK dengan diagnosis keperawatan pola napas tidak efektif. Intervensi DBE diberikan selama tiga hari berturut-turut, satu kali setiap pagi, latihan dilakukan selama 10-15 menit, pola latihan 5 menit latihan, 2 menit istirahat, 5 menit dilakukan latihan Diaphragmatic Breathing Exercise lagi disertai disertai asuhan keperawatan sesuai standar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Evaluasi dilakukan berdasarkan perubahan frekuensi napas, saturasi oksigen, dan respons pasien. Hasil: Setelah dilakukan intervensi selama tiga hari dengan sehari 1 kali dipagi hari, pasien menunjukkan perbaikan kondisi respirasi. Keluhan sesak napas berkurang, penggunaan otot bantu pernapasan menurun, frekuensi napas mengalami penurunan dari 26 kali/menit menjadi 20 kali/menit, dan saturasi oksigen meningkat dari 92persen menjadi 99persen. Pasien juga mampu melakukan latihan Diaphragmatic Breathing Exercise secara mandiri dengan teknik yang benar. Kesimpulan: Penerapan Diaphragmatic Breathing Exercise efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan pasien PPOK karena dapat memperbaiki pola napas, meningkatkan saturasi oksigen, menurunkan frekuensi napas, dan mengurangi keluhan sesak napas. Intervensi ini dapat dijadikan salah satu terapi pendukung dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan pada pasien PPOK.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Keperawatan, Diaphragmatic Breathing Exercise, PPOK, Pola Napas Tidak Efektif, Saturasi Oksigen. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 - Keperawatan |
| SWORD Depositor: | Perpustakaan Fikes |
| Depositing User: | Perpustakaan Fikes |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 04:07 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 04:26 |
| URI: | https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/5328 |

